8
tahun kami bersama. Masih seumur jagung memang. Tapi aku bersyukur Tuhan telah
mengirimkan sosok sesempurna dia. Dia sangat berarti bagiku. Dia bukan hanya berperan sebagai kekasih,
tetapi juga sebagai kakak dan sahabatku.
Kekasihku
seorang pria dengan tipikal yang unik. Bisa dibilang, dia pria yang cool dan
tak banyak omong. Tak pernah sekalipun ia mengungkapkan cintanya dengan kata ‘I
love u’ seperti yang kulakukan setiap hari. Dia hanya berkata ‘I love u’ disaat
aku ulang tahun, atau saat kutanya dan kupaksa. hehee.. Lucu ya.. J
Namun
meski begitu, aku tak pernah ragu pada ketulusannya. Ia selalu mengutarakan
cintanya dengan cara-cara sederhana yang bagiku jauh lebih tulus dari sebuah
kata atau frasa.
…….
Seringkali ketika asyik
menonton TV, tiba-tiba dia memandangku dengan tatapan hangat yang membuatku
merinding sendiri. hihihi >.<
Dia selalu menggandeng
tanganku dengan erat kemanapun kami pergi.
Dia adalah orang yang
paling meributkan presensi kuliahku, padahal aku sendiri biasa-biasa saja.
Ketika aku memuji suara
merdu Delon, tau-tau besoknya dia memberiku album Delon.
Dua hari sebelum
berangkat KKN, dia membelikanku persediaan obat-obatan. Dia juga memeriksa
daftar barang bawaanku dan menambahkan hal-hal yang mungkin lupa ku catat.
Malam hari sebelum aku
berangkat KKN, aku menangis. Dia hanya diam saja. Aku tahu, dia menahan
perasaannya.
Saat hari
keberangkatanku KKN, dia menunggu lama di sisi jendela bus hingga bus yang
kutumpangi berangkat. Dan setelah bus ku berjalan, dia kembali ke mobil dan
mengikuti bus ku dari belakang.
Suatu hari saat aku KKN
di luar kota, ketika aku sedang menonton tv, dia menelepon dan bertanya “Kamu
lagi ngapain? Keluar dong. Aku ngirim pos buat kamu.” Dan ketika aku keluar,
dia sudah ada di halaman posko. Dia membawakanku satu bantal dan dua guling karena
dia tau, aku tidur hanya beralaskan tas ransel. Dia juga membawakanku dua buah
bedak langgananku, karena dia tahu ditempatku tidak ada toko kosmetik. Saat itu
rasanya aku ingin menangis…
Dia orang yang berkata
A adalah A. Dia adalah seseorang yang sangat jujur, lurus, pekerja keras, dapat
dipercaya, tegas, memiliki harga diri tinggi, dan tak pernah sekalipun ia
plin-plan. Dan dia juga selalu mengajariku untuk memiliki sifat itu.
Percaya atau tidak, aku
tak pernah menemui seorang pria yang memiliki kesetiaan setinggi dirinya.
Kecuali di film-film.
Aku adalah pacar
pertamanya. (Dan semoga yang terakhir) Aamiin.
Dia cemburu, tapi bukan
cemburuan.
Kami bertemu tiap hari
dan bertelepon minimal satu jam/hari. Namun itu masih belum cukup.
Jika ada orang yang bersitegang
denganku, lucunya dia tidak sok alim dengan menyuruhku baikan atau minta maaf.
Dia justru menyuruhku untuk berani dan melawan asal aku benar. Dan dia siap
berdiri dibelakangku. Hahaha.. Untung saja aku tipikal orang yang tidak tegaan
dan ramah.
Dia melarangku bekerja
sebagai pegawai pajak, BUMN, pegawai bank, dan sebagainya karena dia tidak mau
aku mendekati tempat yang berpotensi korupsi. Dia hanya membolehkanku bekerja
sebagai guru, wiraswasta, atau ibu rumah tangga.
Dia memasang ekspresi
dan membuat gerakan lucu kalo aku lagi ngambek. Dan ajaibnya, aku tak pernah
bisa marah lama-lama.
Ketika aku sedih dan
menangis, dia hanya diam melihatku. Dan ketika tangisku reda, dia mengeluarkan
petuah-petuahnya yang menyejukkan hati. Sungguh cara-cara yang dewasa.
Dia benci kalo aku
teriak-teriak saat nonton film horor karena itu mengagetkannya. Tapi dia suka kalo
aku menggelayut manja saat nonton film romantis. hehee
Dia tidak suka makan
sayur. Tapi dia selalu ngotot menyuruhku makan sayur agar badanku sehat. Dan
dia juga tidak pernah berolahraga. Tapi anehnya, dia selalu marah saat aku
berkata “Yank, aku sekarang gak pernah jogging dan fitness. Males yank..”
Baginya, kesehatanku adalah yang utama.
.........
Hmmm..
Masih sangat banyak lagi cintanya untukku. Namun jika kutuliskan semua, mungkin
bisa menghabiskan seribu rol kertas. Dia adalah pria yang sangat special
untukku. Mungkin aku pernah memiliki cinta monyet semasa kecil. Namun bagiku,
dia adalah pria pertama yang berhasil membuatku jatuh cinta secara sejati hingga
sedalam ini. Sungguh, aku tak kan pernah bisa jauh darinya.
Banyak
teman yang mengeluhkan semakin lama hubungan mereka, maka semakin datar pula
perasaan yang dirasakan. Tapi, idiom tersebut tidak berlaku padaku, pada kami.
Semakin hari, rasa yang kami rasakan semakin besar dan kuat. Semua terasa
semakin indah, hangat, mesra, dan intim. Semoga semua rencana kami lancar dan
diijabah Tuhan, sehingga tahun ini adalah tahun terakhir kami berpacaran.
Aamiin.

Sumpah bikin aku ngiri! Hha... :*
BalasHapussory bu gigih baru buka blog.
BalasHapusojo ngiri to buk. inget pepatah: rumput tetangga memang terlihat lebih hijau, tp tetap saja lebih segar rumput di halaman sendiri.. wkwkwkw