Minggu, 29 April 2012

Artimu Bagiku


8 tahun kami bersama. Masih seumur jagung memang. Tapi aku bersyukur Tuhan telah mengirimkan sosok sesempurna dia. Dia sangat berarti bagiku. Dia bukan hanya berperan sebagai kekasih, tetapi juga sebagai kakak dan sahabatku.
Kekasihku seorang pria dengan tipikal yang unik. Bisa dibilang, dia pria yang cool dan tak banyak omong. Tak pernah sekalipun ia mengungkapkan cintanya dengan kata ‘I love u’ seperti yang kulakukan setiap hari. Dia hanya berkata ‘I love u’ disaat aku ulang tahun, atau saat kutanya dan kupaksa. hehee.. Lucu ya.. J
Namun meski begitu, aku tak pernah ragu pada ketulusannya. Ia selalu mengutarakan cintanya dengan cara-cara sederhana yang bagiku jauh lebih tulus dari sebuah kata atau frasa.
…….
Seringkali ketika asyik menonton TV, tiba-tiba dia memandangku dengan tatapan hangat yang membuatku merinding sendiri. hihihi >.<

Dia selalu menggandeng tanganku dengan erat kemanapun kami pergi.

Dia adalah orang yang paling meributkan presensi kuliahku, padahal aku sendiri biasa-biasa saja.

Ketika aku memuji suara merdu Delon, tau-tau besoknya dia memberiku album Delon.

Dua hari sebelum berangkat KKN, dia membelikanku persediaan obat-obatan. Dia juga memeriksa daftar barang bawaanku dan menambahkan hal-hal yang mungkin lupa ku catat.

Malam hari sebelum aku berangkat KKN, aku menangis. Dia hanya diam saja. Aku tahu, dia menahan perasaannya.

Saat hari keberangkatanku KKN, dia menunggu lama di sisi jendela bus hingga bus yang kutumpangi berangkat. Dan setelah bus ku berjalan, dia kembali ke mobil dan mengikuti bus ku dari belakang.

Suatu hari saat aku KKN di luar kota, ketika aku sedang menonton tv, dia menelepon dan bertanya “Kamu lagi ngapain? Keluar dong. Aku ngirim pos buat kamu.” Dan ketika aku keluar, dia sudah ada di halaman posko. Dia membawakanku satu bantal dan dua guling karena dia tau, aku tidur hanya beralaskan tas ransel. Dia juga membawakanku dua buah bedak langgananku, karena dia tahu ditempatku tidak ada toko kosmetik. Saat itu rasanya aku ingin menangis…

Dia orang yang berkata A adalah A. Dia adalah seseorang yang sangat jujur, lurus, pekerja keras, dapat dipercaya, tegas, memiliki harga diri tinggi, dan tak pernah sekalipun ia plin-plan. Dan dia juga selalu mengajariku untuk memiliki sifat itu.

Percaya atau tidak, aku tak pernah menemui seorang pria yang memiliki kesetiaan setinggi dirinya. Kecuali di film-film.

Aku adalah pacar pertamanya. (Dan semoga yang terakhir) Aamiin.

Dia cemburu, tapi bukan cemburuan.

Kami bertemu tiap hari dan bertelepon minimal satu jam/hari. Namun itu masih belum cukup.

Jika ada orang yang bersitegang denganku, lucunya dia tidak sok alim dengan menyuruhku baikan atau minta maaf. Dia justru menyuruhku untuk berani dan melawan asal aku benar. Dan dia siap berdiri dibelakangku. Hahaha.. Untung saja aku tipikal orang yang tidak tegaan dan ramah.

Dia melarangku bekerja sebagai pegawai pajak, BUMN, pegawai bank, dan sebagainya karena dia tidak mau aku mendekati tempat yang berpotensi korupsi. Dia hanya membolehkanku bekerja sebagai guru, wiraswasta, atau ibu rumah tangga.

Dia memasang ekspresi dan membuat gerakan lucu kalo aku lagi ngambek. Dan ajaibnya, aku tak pernah bisa marah lama-lama.

Ketika aku sedih dan menangis, dia hanya diam melihatku. Dan ketika tangisku reda, dia mengeluarkan petuah-petuahnya yang menyejukkan hati. Sungguh cara-cara yang dewasa.

Dia benci kalo aku teriak-teriak saat nonton film horor karena itu mengagetkannya. Tapi dia suka kalo aku menggelayut manja saat nonton film romantis. hehee

Dia tidak suka makan sayur. Tapi dia selalu ngotot menyuruhku makan sayur agar badanku sehat. Dan dia juga tidak pernah berolahraga. Tapi anehnya, dia selalu marah saat aku berkata “Yank, aku sekarang gak pernah jogging dan fitness. Males yank..” Baginya, kesehatanku adalah yang utama.
.........
Hmmm.. Masih sangat banyak lagi cintanya untukku. Namun jika kutuliskan semua, mungkin bisa menghabiskan seribu rol kertas. Dia adalah pria yang sangat special untukku. Mungkin aku pernah memiliki cinta monyet semasa kecil. Namun bagiku, dia adalah pria pertama yang berhasil membuatku jatuh cinta secara sejati hingga sedalam ini. Sungguh, aku tak kan pernah bisa jauh darinya.
Banyak teman yang mengeluhkan semakin lama hubungan mereka, maka semakin datar pula perasaan yang dirasakan. Tapi, idiom tersebut tidak berlaku padaku, pada kami. Semakin hari, rasa yang kami rasakan semakin besar dan kuat. Semua terasa semakin indah, hangat, mesra, dan intim. Semoga semua rencana kami lancar dan diijabah Tuhan, sehingga tahun ini adalah tahun terakhir kami berpacaran. Aamiin.

2 komentar:

  1. Sumpah bikin aku ngiri! Hha... :*

    BalasHapus
  2. sory bu gigih baru buka blog.
    ojo ngiri to buk. inget pepatah: rumput tetangga memang terlihat lebih hijau, tp tetap saja lebih segar rumput di halaman sendiri.. wkwkwkw

    BalasHapus